Selasa, 05 Desember 2017

Penyakit Jantung dan Penyebabnya

      Penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut penyakit jantung koroner adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah utama yang menyuplai darah ke jantung (pembuluh darah koroner) mengalami kerusakan. Tumpukan kolesterol pada pembuluh darah serta proses peradangan diduga menjadi penyebab penyakit ini.

Ketika terjadi penumpukan kolesterol (plak), pembuluh darah koroner akan menyempit sehingga aliran darah dan suplai oksigen menuju jantung pun akan terhambat. Kurangnya aliran darah ini akan menyebabkan rasa nyeri pada dada (angina) dan sesak napas, hingga suatu saat terjadi hambatan total pada aliran darah menuju jantung atau yang disebut juga dengan serangan jantung.

Penyakit jantung koroner termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Federasi Jantung Dunia memperkirakan angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014. Di Indonesia sendiri pada tahun 2013 tercatat ada setidaknya 883.447 orang yang terdiagnosis penyakit jantung koroner di Indonesia dengan mayoritas penderita berusia 55-64 tahun. Angka kematian akibat penyakit jantung pun cukup tinggi, yakni sekitar 45 persen dari seluruh angka kematian di Indonesia.




Macam-macam Penyakit Jantung Dan Penyebabnya
1. Penyakit Jantung Korner
Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan jenis paling umum dan paling banyak dari macam-macam penyakit jantung lainnya. Penyakit jantung koroner dikenal juga dengan “the silent killer” karena banyak mengakibatkan kematian, bahkan penyakit jantung koroner merupakan jenis penyakit tidak menural yang mengakibatkan jumlah kematian tertinggi di dunai. Di Indonesia sendiri penyakit jantung koroner atau dikenal juga dengan penyakit arteri koroner ini mengakibatkan kematian sekitar 26% dari seluruh kematian di Indonesia, bahkan tercatat dalam 10 tahun terahir jumlah angka kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) cenderung mangalami peningkatan.

Penyebab utama penyakit jantung koroner adalah sterosklerosis. Aterosklerosis adalah proses pengerasan dan penebalan pembuluh arteri koroner yang di sebabkan oleh penumpukan plak ateromatosa yang terdiri dari kolesterol, lemak dan sisa hasil metabolisme tubuh lainnya. Banyak faktor yang dapat mengakibat terjadinya aterosklerosis, namun sebagian besar akibat pola makan dan gaya hidup yang tidak sehhat, seperti kebiasaan merokok, banyak mengkonsumsi makanan yang mengadung kolesterol dan lemak jenuh. Obesitas atau kegemukan dan kurang berolahraga juga dapat mengakibatkan penyakit janutng koroner selain karena adanya faktor keturunan.

2. Imfark Miokard Akut (kerusakan dan kematian otot jantung)
Imfark Miokard Akut merupakan ganguan pada jantung sebagai akibat dari penyakit jantug koroner. Penyumbatan yang terjadi pada arteri koroner menyebabkan otot-otot jantung tidak mendapakan pasokan darah yang cukup, jika kondisi ini berlangsung lama maka otot jantung akan mengalami kerusakan bahkan ototnya bisa mati. Darah yang kaya oksigen dan nutrisi lainnya dibutuhkan oleh otot jantung agar bisa berfungsi dan bekerja secara normal.

3. Gagal Jantung

Ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, maka fungsi kerja jantung akan terganggu. Dikatakan “Gagal Jantung” bukan berarti jantung berhenti berkerja, Tetapi jantung tidak dapat berkerja dengan maksimal untuk memompa dan mengalirkan darah keseluruh bagian tubuh. Gagalnya jantung dalam memenuhi kebutuhan darah yang cukup dapat mengakibatkan muncul gejala seperti nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, pusing, detak jantung tidak normal dan sebagainya. Penyebab gagal jantung sebagian besar karena gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

4. Kardiomiopati (pelemahan dan pembesaran otot jantung)
Kardiomiopati merupakan jenis gangguan pada otot jantung yang dapat mengakibatkan jantung lebih sulit untuk memompa dan mengalirkan darah keseluruh tubuh. Kardiomiopati terbagi menjadi tida tipe utama yaitu kardiomiopati dilatasi (meluas), hipertrofi dan restriktif. Kardiomiopati dapat terjadi karena melemahnya ruang utama jantung yang berfungsi untuk memompa darah yaitu ventrikel kiri, membesar dan menebalnya otot pada ruang utama jantung secara abnormal atau karena pengerasan otot jantung.

Secara umum penyebab kardiomiopati tidak diketahui, namun ada beberapa faktor yang berkontribusi terjadinya kardiomiopati, diantaranya penyakit tekanan darah tinggi yang berlansung lama, kerusakan jaringan jantung akibat serang jantung, denyut jantung yang terlalu cepat, ganguan katup jantung, penyakit metabolik seperti penyakit diabetes dan masalah tiroid, konsumsi alkohol dan obat terlarang, penumpukan zat besi pada otot jantung dan karena faktor genetik.

 5. Kelainan Katup Jantung
Jenis penyakit jantung lainnya adalah masalah kelainan pada katup jantung, katup jantung berfungsi untuk mengontrol dan mengendalikan aliran darah dalah jantung. Jenis penyakit jantung ini dapat terjadi karena kelainan katup jantung bawaan sejak lahir, karena infeksi virus atau bakteri pada jantung atau karena efek samping dari pengobatan.

6. Penyakit Jantung Rematik
Penyakit jantung rematik (PJR) adalah komplikasi yang paling ditakuti dari demam rematik. Istilah ” penyakit jantung rematik " mengacu pada kerusakan katup jantung kronis bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama pada katup mitral yang dapat terjadi setelah seseorang mengalami demam rematik akut. Kerusakan katup ini akhirnya dapat menyebabkan gagal jantung. Banyak pendapat yang menyatakan penyebab penyakit jantung rematik adalah reaksi dari autoimun sebagai reaksi dari penyakit demam rematik.

7. Penyakit jantung Bawaan
Jenis penyakit jantung berikutnya adalah penyakit jantung bawaan (PJB), penyakit jantung bawaan merupakan kelainan organ jantung yang sudah tejadi sejak masa kelahiran, kelainan ini dapat terjadi karena organ jantung atau pembuluh darah di sekitar jantung tidak terbentuk secara sempurna pada masaperkembangan janin (tiga bulan pertama kehamilan). Penyebab penyakit jantung bawaan sebagaian besar kasusnya tidak di ketahui, namun sebagian dokter menyatakan sebagian penyebabnya infeksi virus yang diderita ibu saat hamil, faktor keturunan, kebiasaan minum alkohol saat hamil muda, menggunakan obat berbahaya temasuk obat aborsi / obat peluntur untuk menggagalkan kehamilan.

8. Penyakit Serebrovaskular
Penyakit serebrovaskular merupakan jenis penyakit jantung terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah di jantung yang mengarah ke otak. Penyakit jantung ini jika tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat dapat mengakibatkan serangan stroke. Penyebab penyakit serebrovaskular ini sama dengan penyakit jantung koroner.

9. Fibrilasi Atrial
Fibrilasi atrial merupakan gangguan pada jantung akibat ritme listrik jantung yang mengganggu kerja atrial. Kelistrikan jantung yang tidak normal akan mengakibatkan otot jantung berkontraksi tidak beraturan dan jantung tidak dapat memompa darah dengan normal. Penyebab fibrilasi atrial diantaranya kelainan tiroid (hipertiroid) dan keracunan alkohol dalam jumlah banyak.

Gejala Penyakit Jantung

Kita awali dahulu dengan mengetahui apa saja ciri ciri penyakit jantung, ini penting karena kalau kita mengetahui ciri atau gejalanya sejak awal maka kita akan mudah untuk menangani penyakit ini dan mencegah semakin parah, berikut adalah ciri jika kita terkena penyakit jantung.

1. Dada sering berdebar, Jika gejala ini muncul, yaitu dada atau jantung tiba tiba berdebar kencang dengan tanpa alasan maka segeralah periksakan ke dokter.
2. Sering mengalami nyeri di bagian tubuh tertentu, Hal ini menandakan suplai pasokan darah mengalami hambatan dibeberapa bagian tubuh kita. Sehingga mengakibatkan bagian tubuh tersebut mengalami kram atau nyeri. Dan biasanya pada bagian dada akan mengalami nyeri hampir setiap hari. Segera hubungi dokter untuk tindakan lebih lanjut.
3. Sesak nafas, ini juga merupakan gejala sakit jantung dan bukan hanya untuk penyakit asma, mengapa demikian, karena jika kita menderita penyakit jantung, kadang ada cairan yang masuk ke dalam rongga paru.
4. Sering pusing dan kadang sampai pingsan, Bila anda sering mendapati rasa pusing dikepala sampai mengakibatkan pingsan, waspadalah karena itu adalah salah satu gejala penyakit jantung. Penjelasan ini adalah di sebabkan karena pasokan darah ke bagian kepala terganggu sehingga kepala menjadi pusing dan jika terjadi terus menerus maka akan menjadikan anda tidak sadarkan diri.
5. Gampang lelah dan pening, Penjelasan untuk gejala ini sama dengan yang diatas yaitu karena pasokan darah di dalam tubuh tidak optimal, sehingga kita tidak mendapatkan energi atau tenaga seperti seharusnya.

Cara pengobatan penyakit jantung


Jika mengidap penyakit jantung, Anda sangat dianjurkan untuk memperbaiki pola hidup Anda seperti menjaga pola makan serta berolahraga, minum obat secara teratur, serta berhenti merokok. Penyakit jantung tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah agar tidak memburuk.

Penanganan lebih invasif seperti operasi akan dianjurkan jika penyakit jantung bertambah parah sehingga mengganggu kualitas hidup seseorang.

Memperbaiki Pola Hidup
Dengan memperbaiki pola hidup, pengidap dapat terhindar dari risiko terjadinya gejala-gejala penyakit jantung. Mengubah pola hidup dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, misalnya:

Menerapkan pola makan yang sehat.
Berhenti merokok.
Berolahraga secara teratur.
Mengurangi konsumsi minuman keras.
Langkah Penanganan Medis
Memperbaiki pola hidup saja terkadang tidak cukup untuk menangani penyakit jantung. Karena itu, dokter juga biasanya menganjurkan penggunaan obat-obatan atau prosedur operasi untuk mengatasi penyakit ini.

Statin

Obat ini berfungsi menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga dapat memperlambat perkembangan penyakit jantung. Beberapa jenis statin yang sering diberikan dokter adalah simvastatin, pravastatin dan atorvastatin.

Antiplatelet

Obat ini diminum untuk mencegah penggumpalan darahdengan cara mengencerkan darah. Hal tersebut dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung.  Jenis antiplatelet yang umum digunakan meliputi aspirin dosis rendah, clopidogrel, ticagrelor, dan prasugrel.

Anti-hipertensi dan obat diabetes

Jika Anda menderita tekanan darah tinggi dan/atau diabetes, sangat penting bagi Anda untuk mengontrol perkembangan penyakit-penyakit ini. Pastikan obat anti-hipertensi dan obat diabetes Anda telah sesuai dan membawa hasil yang efektif. Jika tidak, temui dokter untuk mencari cara pengobatan yang lebih cocok. Ingatlah bahwa pola hidup yang sehat juga berperan penting dalam penanganan kedua penyakit ini.  Beberapa contoh obat tersebut antara lain:

Obat penghambat beta (Beta-blockers)

Dengan mengonsumsi obat ini, laju denyut jantung akan berkurang dan aliran darah akan menjadi lebih lancar. Hal itu akan membuat beban jantung berkurang sehingga serangan angina pun dapat dihindari. Jenis-jenis obat penghambat beta meliputi atenolol, bisoprolol, metoprolol, dan propranolol.

Obat penghambat kanal kalsium (Calcium channel blockers)

Obat penghambat kanal kalsium membuat dinding pembuluh darah melebar sehingga tekanan darah dapat turun. Jenis-jenis obat penghambat kanal kalsium meliputi amlodipine, verapamil, dan ditiazem

Obat nitrat

Cara kerja nitrat sama dengan cara kerja obat penghambat kanal kalsium. Obat ini berfungsi untuk melebarkan diameter pembuluh darah sehingga memperlancar aliran darah ke jantung dan meredakan serangan angina. Nitrat dapat menurunkan tekanan darah dan menghilangkan rasa nyeri di dada. Kinerja obat ini ada yang singkat dan ada juga yang lambat. Nitrat tidak hanya tersedia dalam bentuk tablet, tapi juga tersedia dalam bentuk semprot, gel, atau koyo. Gliseril trinitrat dan isosorbide mononitrate adalah obat nitrat yang biasanya sering digunakan.

Ivabradine
Bagi pengidap penyakit jantung yang tidak bisa mengonsumsi obat penghambat beta  (misalnya, karena mengalami infeksi paru-paru), obat ini sering diberikan oleh dokter. Ivabradine mengurangi beban jantung dengan cara memperlambat laju denyutnya.

Nicorandil
Obat ini dapat digunakan sebagai pengganti obat penghambat kanal kalsium karena fungsinya yang sama. Nicorandil memperlancar aliran darah ke jantung dengan cara memperlebar diameter pembuluh darah.

Ranolazine
Obat ini bekerja dengan membuat otot jantung lebih rileks, tapi tidak memengaruhi laju detak jantung atau pembuluh darah. Karena itu, ranolazine sangat cocok digunakan untuk pengidap gagal jantung atau orang dengan ritme jantung yang abnormal.

Obat penghambat enzim konversi angiotensin (ACE inhibitors)

Obat ini dapat menghambat aktivitas hormon angontensin yang membuat pembuluh darah menyempit. Selain biasa digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, obat ini juga dapat menurunkan kinerja jantung dan memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh.

Diuretik

Obat ini dapat meningkatkan pengeluaran air dan garam yang berlebih dari tubuh melalui urine.

Penanganan Melalui Operasi
Jika obat sudah tidak efektif untuk mengatasi gejala-gejala angina yang Anda alami, dokter akan menganjurkan prosedur operasi. Selain untuk angina, operasi ini juga dilakukan pada pasien yang telah mengalami serangan jantung.

Intervensi Jantung Perkutan (PCI) atau Angioplasti Koroner

Operasi ini bertujuan untuk memperlebar arteri jantung yang mengalami penyempitan. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan balon kecil pada bagian luar arteri untuk menyingkirkan jaringan lemak yang mempersempit arteri. Dengan demikian, aliran darah dapat menjadi lancar.Setelah itu cincin (stent) dipasang dalam arteri agar tidak menyempit kembali.

Bedah bypass arteri jantung (CABG)

Prosedur operasi ini meliputi penanaman pembuluh darah dari anggota tubuh lain untuk membuka rute baru bagi aliran darah ke jantung sehingga suplai darah mencukupi. Penderita diabetes, pasien lanjut usia dan yang mengalami lebih dari dua penyempitan pembuluh darah dianjurkan untuk menjalani CABG daripada PCI.

Transplantasi Jantung

Tindakan ini akan dilakukan jika kondisi jantung sudah sangat parah dan obat tidak dapat mengatasi masalah tersebut. Tranplantasi jantung dilakukan dengan cara mengganti jantung yang telah rusak dengan jantung yang sehat dari donor.

Sumber : http://www.alodokter.com/penyakit-jantung/pengobatan
https://obatjantung.muarafarma.com/macam-macam-penyakit-jantung/
http://acemaxsku.my.id/cara-mengobati-penyakit-jantung/

Disqus Comments