Sunday, December 10, 2017

Cara Mencegah Diabetes

     Diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang jauh di atas normal. Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita.

       Jenis Jenis Diabetes Melitus

Diabetes Melitus Tipe 1 (IDDM = Insulin-dependent-Diabetes-Mellitus)
Merupakan penyakit Diabetes melitus yang disebabkan oleh penyakit autoimun. Dimana sistem kekebalan tubuh malah menyerang dan menghancurkan sel-sel beta pankreas penghasil insulin. Meskipun ada dugaan hal ini dipicu oleh genetik atau lingkungan, penyebab pasti diabetes melitus tipe 1 tidak sepenuhnya diketahui.

Diabetes Melitus Tipe 2 (NIDDM = Non-Insulin-dependent-Diabetes-Mellitus)
Merupakan Jenis Diabetes melitus yang paling sering berkembang secara bertahap seiring dengan usia yang ditandai dengan resistensi insulin dalam tubuh. Karena penolakan tubuh terhadap insulin, lemak tubuh, hati, dan sel-sel otot tidak dapat mengambil dan menyimpan glukosa, yang digunakan sebagai sumber energi. Dengan demikian, glukosa tetap berada dalam darah. Penumpukan glukosa (gula darah) abnormal dapat menyebabkan hiperglikemia dan gangguan fungsi tubuh. Diabetes melitus tipe 2 terjadi paling sering pada orang yang kelebihan berat badan karena lemak yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin, tetapi juga dapat terjadi pada orang kurus dan orang tua. Riwayat keluarga dan genetika memainkan peran utama dalam diabetes melitus tipe 2, seta aktivitas fisik dan pola makan yang buruk juga dapat meningkatkan risiko.

Diabetes Gestational
Merupakan jenis diabetes melitus yang terjadi pada saat hamil sebagai akibat dari peningkatan gula darah selama kehamilan. Diabetes gestasional telah diketahui mempengaruhi sekitar 3-8 persen wanita. Jika Diabetes Gestasional dibiarkan tidak terdiagnosis atau tidak diobati, maka dapat menyebabkan masalah seperti berat lahir bayi yang tinggi dan masalah pernapasan pada bayi. Gestational diabetes biasanya sembuh pada ibu setelah bayi lahir, tetapi statistik menunjukkan bahwa perempuan yang memiliki diabetes gestasional memiliki kesempatan yang jauh lebih besar terkena diabetes melitus tipe 2 dalam waktu lima sampai 10 tahun berikutnya.

Pradiabetes
(Pra=sebelum, atau hampir), Merupakan kondisi yang sangat bepotensi menjadi diabetes melitus yang ditandai dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi untuk dianggap normal tetapi belum cukup tinggi untuk berada di kisaran diagnosis diabetes melitus yang khas. Pradiabetes tidak hanya meningkatkan resiko terkena diabetes melitus, tetapi juga penyakit jantung.

Berikut ini beberapa gejala diabetes melitus diantaranya yaitu :

🔘Anda berusaha mencari makanan manis.
🔘Anda akan lebih sering buang air kecil.
🔘Anda akan merasakan sering haus dan banyak minum.
🔘Berat badan semakin menurun.
🔘Mudah merasa lelah dan ngantuk.
🔘Anda merasakan kesemutan atau kebas. (Neuropati Diabetes)
🔘Luka yang sulit sembuh dan tidak kunjung membaik.

Setelah kalian tahu apa itu diabetes, berikut adalah cara mencegah penyakit diabetes. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.

1. Tahu apa itu diabetes

Sebelum memulai tindakan pencegahan terhadap diabetes, sangat penting untuk mengetahui apa sebenarnya diabetes itu. Setelah Anda akrab dengan penyakit ini, Anda dapat memulai terapi pencegahan Anda dengan mudah.

2. Mengurangi porsi makan

Mengurangi porsi makan setiap hari bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari diabetes.

3. Olahraga

Berolahraga setiap hari membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas Anda terhadap insulin. Jadi, berolahragalah setiap hari selama minimal 30 menit untuk menjaga tingkat gula darah dalam rentang normal.

4. Menurunkan berat badan

Berat badan berlebih dapat menjadi memperbesar risiko seseorang terkena diabetes. Jadi, pastikan bahwa Anda dapat menurunkan berat badan dan menjaganya tetap normal.

5. Sarapan sangat penting

Tidak peduli seberapa bencinya Anda pada sarapan, sangat penting untuk sarapan setiap hari. Hal itu membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Makan sarapan yang sehat tidak hanya membantu mengontrol nafsu makan, tetapi juga membantu mengontrol konsumsi kalori.

6. Hindari makanan berlemak

Junk food dan makanan yang biasa Anda beli di jalan umumnya tinggi lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh. Ini pada gilirannya juga dapat mempengaruhi tingkat gula darah dalam tubuh. Jadi, hindari junk food dan makanan berlemak lainnya.

7. Hindari minuman manis

Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

8. Makan banyak sayuran

Daging memang lezat, namun Anda tidak harus memakannya setiap hari, karena dapat menimbulkan risiko diabetes. Dengan demikian, perbanyak konsumsi sayuran setiap hari. Mereka akan membantu Anda mencegah diabetes.

9. Hindari stres

Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Jadi, kurangi tingkat stres dengan berlatih yoga, meditasi atau latihan pernapasan.

10. Tidur nyenyak

Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk mencegah diabetes. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

Inilah sepuluh cara mencegah diabetes. Sebelum terlambat, Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini dan memulai gaya hidup sehat.

Semoga bermanfaat.

Sumber : https://m.merdeka.com/sehat/10-cara-ampuh-mencegah-diabetes.html
http://www.alodokter.com/diabetes
https://mediskus.com/penyakit/jenis-jenis-diabetes-melitus-kencing-manis
http://www.obatjantungstroke.com/gejala-diabetes/
Disqus Comments